Kamis, 21 Maret 2013

Satu Waktu di Malam Hari....

Waktu kadang-kadang bergulir dengan cepat, terkadang juga berlenggang dengan lamban. Seperti waktuku hari ini, berjalan perlahan, bagaikan putri keraton yang berjalan sambil berlutut demi mendatangi sang raja, penuh hormat, tetapi, lama....

Aku memperhatikan sekitarku, kursi makan besar yang cukup untuk menampung 6 orang, tetapi duduk di kursinya masing-masing ya, bukan duduk di atas meja saling susun menyusun. Ada kakakku di seberang sana, lagi-lagi sedang mengomeli anak sulungnya, yang baru saja menerima hasil ujian.

"aduuuuh kamu ini.. bla bla bla bla... gak seperti teman-teman kamu yang rangking... bla.. bla.. bla..." capek aku mendengarnya.

Daguku bertumpu di atas kedua tanganku, aku sarjana Psikologi, belajar tentang Psikologi Pendidikan, pernah juga menjadi terapis untuk anak-anak berkebutuhan khusus, tapi rasanya semua ilmu yang kupunya akhirnya luluh disini, alias tak terpakai.

Psikologi untuk Anda... itulah konsep pertama yang diajari di semester pertama aku duduk di bangku kuliah. Dulu aku menertawakan istilah itu karena terkesan tak bertanggung jawab dan tidak bisa dijadikan contoh, sedangkan orang yang belajar di area psikologi seringkali dituntut banyak oleh lingkungan, dan diharapkan orang terbaik dalam masyarakat. Akhirnya aku menggaris bawahi kalimat terakhir yang kupikirkan. Iya, sekarang aku mengerti konsep itu,  Psikologi untuk Anda... adalah batas agar para lulusan Psikologi tidak merasa tertuntut, tidak tertekan untuk selalu menjadi sempurna, seperti ilmu, teori dan konsep yang dipelajari.

Intinya, Psikolog juga adalah manusia, dan manusia unik, juga tak harus menjadi sempurna.

Tentunya pemikiran ini  baru muncul setelah aku setua ini.

Jadi ingat, dulu, tahun-tahun awal kelulusan, ketika ilmu-ilmu Psikologi masih melekat pekat dalam ingatan, dan diamali oleh perbuatan. Aku sangat idealis, semua selalu dikembalikan pada teori, pada konsep dasar, akhirnya konflik tak terbendung.

Merupakan hal yang lumrah, walaupun kata-kata seorang lulusan Psikologi di dengar dengan hormat oleh orang-orang di luaran, tetapi tak dianggap oleh keluar. dan aku, pernah mengalami hal itu. Pertengkaran, genjatan senjata, perang dingin. Itu juga pernah melalui masa laluku, hingga akhirnya aku menyerah, lebih baik aku diam dan memperbaiki diriku sendiri, daripada aku ikut campur dengan urusan kakakku dalam membesarkan anak-anaknya.

Apakah caraku benar? entahlah, tetapi yang aku tahu, kita hanya boleh membantu orang yang memang membutuhkan bantuan kita, untuk orang yang tidak membutuhkan bantuan kita? ya biarkan saja.

Akhirnya aku tidak mau ambil pusing dalam cara kakakku mendidik anaknya, hanya memberikan sepetan kecil kepadanya "jangan cuman nuntut anak, bimbing dong" kemudian melanjutkan lagi mengetik, mengetik artikel ini, hehehehe....



Rabu, 30 Januari 2013

Bunda Haruskah Aku Sekolah?

Pagi ini, keponakanku yang bernama Rara (5 tahun) tidak bisa dibangunkan dari tidurnya, ia malah marah-marah ketika seisi rumah membangunkannya. Akhirnya.. ya Rara tidak sekolah hari ini.

Satu atau dua jam sesudahnya akhirnya Rara bangun, lalu aku bertanya padanya, "Rara gak sekolah hari ini?"
Lalu dia menggeleng.
"kenapa?" tanyaku.
"Rara ngantuk" jawabnya polos.
Aku terdiam, didalam, otakku sedang berdiskusi 'sekolah itu hal yang penting, kamu mau jadi apa kalau gak sekolah?' 
Lalu sisi lain dalam pikiranku berkata 'Sekolah itu gak penting... banyak malah kita belajar bukan dari sekolah, tetapi dari kehidupan yang sebenarnya'
'iya  memang banyak ilmu yang kita pelajari dari dunia daripada sekolah, tapi kan ada hal lain yang tidak bisa kita pelajari bila kita tidak sekolah... ATURAN'

Memang, belajar bisa dari mana saja, selama kita mau dan kita mampu, kita akan menerima setiap pelajaran kapan saja, tidak peduli berapa usia kita.

Tapi ada hal lain yang bisa kita dapatkan dari sekolah, disana anak akan mulai memahami bahwa akan ada dunia lain di luar dirinya sendiri, Mereka mulai bersosialisasi dengan anak-anak seusianya. Mulai memahami ada kepentingan-kepentingan lain yang nilainya akan sama berartinya dengan kepentingannya sendiri. Merujuk pada Milestone perkembangan, secara kognitif anak-anak di usia 4-5 tahun, sudah mampu berpikir konkrit dan kritis, mereka mulai membedakan bentuk, benda, juga nilai-nilai, nilai manakah yang baik dan nilai manakah yang buruk. Mereka bermain bersama anak-anak seumurnya, yang pastinya akan ada peraturan yang disetujui ataupun tidak disetujui. Dari sana mereka mulai memahami, hal mana yang baik ia lakukan dan yang tak baik untuk dilakukan.

Oleh karena itu, saya kembali bertanya, apakah sekolah dibutuhkan Bunda?

Kamis, 20 September 2012

Entahlah kekasih
Meskipun hati inginkanmu
Namun ada gundah terselip
Seperti katakan tak mungkin bersama

Pertanda itu,
Aku harap bukanlah nyata
Hanya sekedar rasa takut
Dari aku yang menyayangimu

Tuhan tolong, apabila dia milikku
Ikatkanlah tali yang kuat
Agar tak pernah kami terpisah
Namun apabila tidak
Jangan biarkan kami tersakiti
Biarkan cinta membuat kami kuat
Dalam mengarungi takdir yang termaktub

Senin, 20 Agustus 2012

Apalah Arti Menunggu





Lirik Lagu Raisa Apalah (Arti Menunggu) Lyrics

Browse: /  /  / Telah lama aku bertahan
Demi cinta wujudkan sebuah harapan
Namun ku rasa cukup ku menunggu
Semua rasa tlah hilang
*courtesy of LirikLaguIndonesia.Net
Sekarang aku tersadar
Cinta yang ku tunggu tak kunjung datang
Apalah arti aku menunggu
Bila kamu tak cinta lagi
Namun ku rasa cukup ku menunggu
Semua rasa tlah hilang
Sekarang aku tersadar
Cinta yang ku tunggu tak kunjung datang
Apalah arti aku menunggu
Bila kamu tak cinta lagi
Dahulu kaulah segalanya
Dahulu hanya dirimu yang ada di hatiku
Namun sekarang aku mengerti
Tak perlu ku menunggu sebuah cinta yang sama
Sekarang aku tersadar
Cinta yang ku tunggu tak kunjung datang
Apalah arti aku menunggu
Bila kamu tak cinta lagi
Sekarang aku tersadar
Cinta yang ku tunggu tak kunjung datang
Apalah arti aku menunggu
Bila kamu tak cinta lagi

*************************************************************************

Mungkin teman-teman udah sering ya dengerin lagu ini,
apalah arti menunggu. Lagu bagi orang -orang yang bertahan 
menunggu cintanya dengan setia,  namun kemudian kecewa 
ketika menyadari, bahwa cinta tak kunjung datang, 
bahkan mungkin tak akan datang.

Terus terang kalau boleh curcol sedikit, beberapa waktu yang lalu 
saya pernah mengalaminya. Merasa sia-sia menunggu seeorang 
yang bahkan tidak menyadari kalau ada aku, seseorang yang 
dengan tulus menunggunya. Sempat marah, sempat juga benci 
dengan jalan takdir yang kulalui, kesal karena telah membuang-buang 
waktuku untuknya.

Tapi kemudian, ada sebuah keyakinan terselip dalam hati
yang sedang gundah. Sebuah janji dari Allah kalau waktu 
yang kubuang untuknya, bukanlah kesia-sian. Bukankah aku 
sudah berusaha? bukankah jodoh itu adalah Allah yang 
mengaturnya? Aku sudah tulus, yang membalas cintaku 
bukan dia, atau siapapun, tetapi Allah. Dan kini aku menyadari
kalau Allah-lah cinta sejatiku. Esok, hanya cinta-Nya lah 
yang akan kutunggu.

Insha Allah ^_^ 

Sabtu, 18 Agustus 2012

Waktu yang Akan Hilang

Suatu saat nanti
Ketika kau sadari kehadiranku
Mungkin aku sudah tak ada
Tak lagi cintaimu

Namun saat ini
ingin kukatakan
Bahwa aku mencintaimu
Menginginkamu
Membutuhkanmu
Dan aku menangis
Teramat sangat merindukanmu

Dan waktu yang nanti akan hilang
Ingin kurekam saat ini
Biar membeku di detik ini
Kan kupersembahkan untukmu
Hanya untukmu...

Minggu, 12 Agustus 2012

Air Rindu

Inginku utarakan rasa rinduku padamu...
Melalui sajak,
Yang didalamnya terangkai untaian kata indah untukmu
Ingin kuutarakan rasa rinduku padamu
Melalui rayuan,
Sehingga kau menyadari kehadiranku didekatmubuh
rasa sayangku yang tak bisa padam untukmu
Namun semakin kupikir,
Semakin aku menyadari...
Bahwa satu-satunya yang dapat membuat pesanku sampai padamu
Adalah Dia...
Dzat yang paling dekat denganmu...
Maka kubasuhkan air rindu itu kewajah dan tubuhku
Mengadu padaNya
Meminta padaNya
Agar sampaikan rindu ini...
Semoga kau mendengarkan




Minggu, 05 Agustus 2012

Hari ini pergi dengan kedua temanku, Kania dan Nisa, mendatangi Rumah Hanny, seorang sahabat, yang telah berada disisi-Nya semenjak tujuh hari yang lalu. Kami peergi dengan amanah teman-teman kami, memberikan uang duka, sekaligus dukungan dan tanda prihatin kami, kepada keluarga yang ditinggalkan.

Agak bingung berbicara dengan mereka, takut salah bicara yang membuat mereka kembali terluka, kehilangan orang yang selama ini menjadi bagian dari hidup mereka. Aku saja, meskipun mengenalnya sejak berusia 18 tahun, kehilangannya sungguh membuat hati terluka. kalau merindukan ocehannya bagaimana? kalau merindukan suara cemprengnya? suara itu menjadi kenangan yang tidak tergantikan.
Lalu terkenang saat-saat sekitar setahun yang lalu, semenjak ia mulai mengidap penyakitnya, ia tetap tersenyum meskipun tubuhnya kurus kering, sedih hatiku saat itu, apalagi saat ia mengatakan sudah lelah. Tapi selanjutnya Hani kami tetap tegar, tegar hingga akhirnya waktulah yang merenggut nyawanya. Ada rasa sedih, ada rasa kehilangan, tetapi aku yakin, inilah takdir terbaik yang diberikan Allah, Hanny telah sembuh, Waktulah yang menyembuhkannya. Selamat Jalan Hanny, tugasmu didunia telah selesai, mudah-mudahan kau tenang disisi-Nya









Rabu, 11 April 2012

Cinta Sejati

Cinta sejati, betapa seringnya aku mendengar kata ini, ada di radio, di Televisi, majalah, filem, Novel, lagu dimana-mana. Kata itu seakan-akan sebuah mantra yang ajaib dan bisa mengubah hidup orang lain sebanyak 180 derajat, dari menderita menjadi bahagia.


Sempat aku menjadi nyinyir, lalu apabila cinta sejati itu bisa membuat orang yang merasakannya bahagia, maka orang yang tidak merasakannya tidak akan merasakan bahagia? Bukankah kalau begitu Tuhan tidak adil? kalau memang hanya dengan cinta manusia bisa bahagia, kenapa tidak hanya ciptakan cinta saja untuk manusia, tidak usah makan, tidak usah bekerja, atau seperti ahli-ahli penemu jaman dulu seperti Einstein danThomas Alfa Edison cukup jatuh cinta, menikah lalu bahagia, tidak usahlah mereka menciptakan teori-teori memusingkan yang akhirnya membuat nama mereka dikenang sepanjang masa. 


uh... semakin aku berpikir semakin peninglah aku (lebay) Hehehehe...
Tapi satu hal yang tidak pernah aku ragukan barang sedikitpun (kalau gak diganggu sama setan yang berbisik di telinga kiri aku loooh), aku yakin kalau Tuhan itu adil. Iya, Tuhanku... Allah selalu adil, tidak pernah memberikan ujian yang tidak lebih dari keanggupanku, selalu  menjagaku, mengingatkan aku untuk selalu kembali ke jalan yang lurus ketika aku sedang salah, memberikan aku hadiah-hadiah kecil yang tidak terduga. Padahal dalam satu waktu, ada waktu aku mengacuhkan-Nya, melupakan semua nikmat yang diberikan-Nya kepadaku. Lalu kemudian aku tersadar lalu memohon ampunannya, dan dengan baik aku diampuni. Inilah menurutku Cinta sejati, disaat aku berjalan satu langkah menuju-Nya... Allah akan berlari menujuku, aku merasa dicintai, terima kasih Allah :) 

London’s Southbank to get crystalline landmark

Bagian selatan di kota London rencananya akan berdiri sebuah bangunan landmark baru yang mana didesain oleh Sheppard Robson, arsitek dari Inggris. Blok perkantoran ini akan dibangun 18 lantai dan terletak di tepian sungai Thames yang terkenal dan akan terlihat jelas dari Gedung Parlemen Inggris & jembatan Westminster London.
Desain gedung baru ini disetujui setelah empat tahun perencanaan yang mana awalnya direncanakan lebih kecil & kompak. Project arsitek, David Ardill menjelaskan bahwa kenapa akhirnya diperlukan desain kembali rancangan awal bangunan ini, dikarenakan rancangan aslinya yang merupakan sebuah blok bangunan hunian tunggal & benar-benar berbentuk kotak yang mungkin sudah agak ketinggalan. Desain ini harus ditujukan untuk membantu meningkatkan status landmark pada lokasi ini.
Oleh karena itu maka mereka kemudian secara kreatif menciptakan sebuah desain modern dari kaca-kaca yang merefleksikan cahaya secara berurutan / gradasi warna sesuai dengan formasi susunan dari lapisan-lapisan kaca. Yang membuat bangunan ini spesial adalah ‘double skin’-nya & lapisan dari kaca yang mampu merefleksikan & memantulkan cahaya melalui & dari bangunan itu sendiri. Sehingga terkesan bangunan ini berpendar dari dalam dirinya. Bila dilihat dari gambarnya, terlihat bahwa bangunan ini terlihat seperti mempunyai efek warna-warni apabila tertimpa cahaya, yang mana dihasilkan dari penggunaan lapisan yang didesain untuk menghaluskan ujung-ujung dari kaca.
Lapisan luar kulit kaca bangunan ini merupakan sebuah grid yang dideformasi dengan menarik sirip-sirip diagonal untuk mennciptakan bentuk-bentuk piramid kecil yang akhirnya menghasilkan efek & konsep seperti perhiasan / permata. Ini menghasilkan pantulan seperti kristal & fasad yang berubah-ubah dari warna & pantulan seiring pergerakan matahari. Efek berkilau ini sebagai sebuah respon terhadap strategisnya lokasi bangunan ini & keunggulan pemandangannya. Arsiteknya ingin membuat sesuatu yang akan menjadi pemandangan yang menarik di sisi sungai Thames ini selain gedung parlemen.
Bangunan ini mempunyai atap teras 10.000 meter kaki. Masalah suhu & panas menjadi persoalan yang kemudian diatasi dengan penggunan lapisan kaca khusus sehingga menjadi semacam ‘environmental buffer’ antara ruang dalam & ruang luar serta mengumpulkan panas untuk penggunan energi kembali.
Sebuah catatan dari bangunan 345.000 meter kaki ini yang patut diperhatikan adalah adanya sebuah atrium tengah dari bawah hingga atas ( 17 lantai ) yang menyediakan sebuah ruang bernafas internal bermandikan cahaya & menyebarkannya ke seluruh sisi dari bangunan kantor ini.
INFO LEBIH LANJUT KLIK LINK DI BAWAH INI !!!

Arsitektur Gedung Tinggi di Indonesia

Arsitektur gedung tinggi di Indonesia sebagaimana dengan negara-negara berkembang lainnya yang baru merdeka pada pertengahan abad 20, dimulai pada periode arsitektur "International Style".
Bangunan tinggi pertama di Indonesia adalah "Hotel Indonesia", di Jakarta (1959) karya arsitek Amerika Abel Sorensen dan Wendy Sorensen yang penggunaannya diresmikan tanggal 5 Agustus 1962. Dimana Hotel Indonesia sekarang telah beralih fungsi dan nama menjadi tempat perbelanjaan yaitu Grand Indonesia.Serta "Wisma Nusantara", di Jakarta, karya arsitek Jepang dengan ketinggian 30 lantai dengan menerapkan teknologi tahan gempa.
Kedua bangunan ini terletak berseberangan pada bundaran air Tugu Selamat Datang (Bundaran HI) dan merupakan titik awal dari perkembangan gedung-gedung tinggi di Indonesia. Dengan dibangunnya Jl. Jend. Sudirman pada awal 1960-an terjadi perkembangan gedung-gedung tinggi pada koridor Jl. Jend. Sudirman dan Jl. M.H. Thamrin pada awal 1970-an.
Begitu juga dengan Jl. H.R. Rasuna Said yang dibangun pada tahun 1970-an. Sebagaimana dengan negara-negara berkembang lainnya, pertumbuhan gedung-gedung tinggi yang mendominasi wajah kota dilaksanakan tanpa kendali sehingga bangunan yang hadir kurang memiliki pemahaman terhadap kondisi sosial, budaya dan ekonomi masyarakatnya.
Hal ini terus berlangsung dan mencapai puncaknya pada tahun 1989-an dan mendadak terhenti pada pertengahan 1997 karena krisis ekonomi yang masih berlangsung sampai sekarang. Ternyata keberadaan gedung-gedung tinggi terutama di Jakarta, Bandung dan Surabaya sangat berperan dalam mengantarkan kita pada krisis yang berkepanjangan.
Sekali lagi membuktikan bahwa arsitektur bisa menjadi simbol kemakmuran suatu negara tapi juga bisa sebagi simbol kehancuran/bangkrut. Dan kita ditakdirkan pada pilihan yang terakhir.
INFO LEBIH LANJUT KLIK LINK DI BAWAH INI !!!

Senin, 09 April 2012

Interior Design & Pewarnaan Kamar Tidur

Pemilihan warna dalam mendesain sebuah ruangan sangatlah penting. Warna dapat memberikan kesan tersendiri bagi seorang tuan rumah, warna juga dapat memberikan aura pengekpresian hati dalam diri seseorang.
Pada interior design rumah pada kamar tidur ini, perpaduan dua warna terlihat jelas, yaitu warna kuning dan warna putih. Warna kuning menunjukan suasana kecerian dan kegembiraan sedangkan warna putih memberikan kesan feminim dan anggun.
Cara lain yang bisa dilakukan untuk memilih warna interior design rumah pada kamar tidur adalah memilih warna-warna yang dapat meningkatkan kualitas unsur/elemen kelahiran anda. Seperti diketahui, ilmu feng shui mengelompokkan unsur/elemen kelahiran manusia menjadi beberapa bagian, air, kayu, api, tanah, dan logam. Seseorang yang unsur/elemen dominannya adalah air mungkin akan merasa nyaman berada didalam kamar tidur berwarna biru (pale blue atau navy blue), tetapi efek dari warna kamar tidur mungkin akan menyebabkan orang tersebut menjadi kurang dinamis. Seseorang dengan unsur dominan air dapat meningkatkan kualitas hidupnya dengan cara menambahkan beberapa warna yang dapat menyeimbangkan unsur/elemen dominannya, misalnya interior design rumah warna hijau untuk kayu, warna merah atau pink untuk api, warna kuning/oranye/coklat untuk tanah, dan warna putih/perak/emas untuk logam.
Memilih warna untuk interior design rumah pada kamar tidur anak mungkin sedikit lebih rumit. Kebanyakan orang tua ingin menggunakan warna pale (pucat) atau warna pastel yang termasuk kategori warna Yin dengan maksud untuk meningkatkan value unsur/element anak-anak mereka, tetapi yang harus diingat oleh para orang tua adalah: bahwa kamar anak adalah tempat bagi anak untuk tidur sekaligus juga tempat untuk bermain.
Mewarnai kamar tidur anak dengan warna yang dominan pucat atau pastel akan membuat anak selalu ingin keluar dari kamarnya saat diluar jam istirahat/tidur, jika anak dipaksa untuk selalu berada didalam kamar, maka akan menggangu pertumbuhan atau pengembangan ide-ide kreatif sang anak. Bermain bagi anak adalah bagian dari proses perkembangan, bermain akan mengasah kecerdasan dan kreatifitasnya.
Solusi yang bisa dilakukan dengan interior design rumah adalah mengkombinasikan warna dinding kamar yang lembut (pale/pastel) dengan aksesoris pelengkap kamar (permadani, boneka, toys, meja belajar, lampu meja, dsb) yang berwarna kontras. Hal lain yang bisa dilakukan adalah membuat area bermain didalam kamar dengan menggunakan partisi ruangan, sehingga anak-anak bisa bermain sekaligus beristirahat didalam kamar tidurnya.
INFO LEBIH LANJUT KLIK LINK DI BAWAH INI !!!

Rabu, 16 November 2011

Kemana Mataharinya?!?!

Panik sekali aku hari ini, ketika aku memandang ke luar jendela,  lalu dengan nada cemas aku bertanya pada sesiapa yang datang "mengapa di luar sangat gelap? kemana mataharinyaaa?!?!" akupun mulai terisak, tiba-tiba, ada seseorang yang mengingatkanku,"iyalah gelap, matahari harus beristirahat, sekarang kan malam".

Suara angin menderu... kemudian hening..

Pernahkan teman-teman mengalami peristiwa dengan yang aku alami? menyesali ketiadaan cahaya padahal malam sedang bergulir? lagipula cahaya itu tetap bersinar, meskipun hanya seterang cahaya bulan.

Kita, . mungkin seringkali, yang bertanya-tanya kepada Dzat yang menciptakan alam semesta, mengapa cahaya tidak segera datang padahal tubuh lemas tak berdaya memikul beban yang berat, seorang diri. Lalu kemudian mengutuk kehidupan yang dijalani. Padahal Allah sedang berbaik hati memberikan malam yang panjang kepada kita, agar siang kita juga bisa lebih panjang.... dan ketika siang yang panjang itu datang, kita sudah siap, karena telah cukup menghimpun energi dikala malam.


Rabu, 15 November 2011
Penulis Penguasa Hati yang sedang edun
gakbisatidur.com

Kamis, 14 April 2011

Hujan.. oh hujan

Bandung, 14 April 2011...

Terdampar di IndiGrow karena hujan deras, tidak bisa pulang, kedinginan dan kelaperan.... capek deeee
heheheh... jadi inget dulu, aku paling suka ketika hujan turun... aku suka suasananya.. dingin, agak2 romantsi gitu hahahaha....
Biasanya aku dulu ketika hujan mulai rintik2 aku memberanikan diri keluar... berjalan2 dengan menggunakan payung, menikmati suasana sekitar... ranting-ranting pohon menari ditiup angin, kadang2 air yang nakal mencuri-curi ingin menyentuh pipiku yang lebut (gubragg heheheh.... narcis dikit tak apeu kan?)
Aku suka seperti itu.. aku suka hujan, aku suka sendirian... aku suka tersenyum sendirian.. lalu berkomunikasi dengan bagian lain dari diriku... menyesapi arti hidupku selama bertahun-tahun di dunia.. entah kenapa rasanya aku menjadi terasa lebih dekat dengan alam, dengan diriku, dengan Allah.. rasanya romantis...
Aku sukaaaaaa hujan :) aku suka aku suka aku suka wkwkwkwkwkwk (nampaknya perasaan emosinya tidak normal ya?) hohohohohohoh

Rabu, 30 Maret 2011

Pokoknya..... Love melulu....

Kali ini aku gak mau nulis apa-apa.... cuman mau nulis puisi aja hehehehe yihaaaa


Kutunggumu dalam setiap lembar hari-hari yang kulalui
Bukan sembarang orang yang berseliweran
Bukan sembarang hati
Tapi kamu
Pilihan Tuhanku
Yang akan menjadi kekasih hatiku
Membangun surga bersama
Dalam untaian Dzikir


-dtezal-


Kepada hati yang dalamnya sedang gamang
Kepada jiwa yang sedang melemah
Ketika Tubuh yang mulai Lunglai
Perkenankan Tuhanmu merabanya
Menyentuhmu dengan kasihnya
Agar bahagia dalam kegelisahannya


-dtezal-


Aku adalah musafir cinta
Yang berkelana di seluruh negri
Yang kucari adalah dewa cinta
Yang memanah tepat ke jantung hati

-dtezal-


Harapanku menjadi matahari,
S’lalu menyinari duniamu...
Memberi kehidupan bagi hatimu...
Tetapi aku hanya mampu menjadi cahaya lilin,
Yang nyalanya hanya sebatas ruangan,
Namun ketahuilah,
Aku akan senantiasa bersinar untukmu

 -dtezal-



Cinta itu tempat kita temukan diri
Seorang khalifah di muka bumi
Bukan tempat kehilangan diri
Kemudian lupa hakikat hidup ini

 -dtezal-

Mungkin sudah nasibku,
Kucari tak kutemui,
Kugapai tak kugenggam,
Kukejar tak kutangkap,
Kuhindari tak terelakkan,
Kuhentikan tetap berjalan

-dtezal-


Aku,
Meratap di pojok ruangan
Lalu menangis
Kemudian kupergi keluar ruangan
Lalu tertawa
Suka dan duka datang dan pergi
Lalu ku-pun mulai dewasa
Cinta datang namun tak dapat pergi
Lalu aku harus bagaimana?
-dtezal-

Cinta
 Membuka pintu kemungkinan kemana saja
Namun takdir
Akan menutupnya kembali
Hanya cinta kepada Tuhan
Yang mendatangkan pintu kebahagiaan



-dtezal-

Dan akhirnya cuma mau mengatakan apalah arti sebuah kata 'cinta', bila setiap orang mengalami makna yang berbeda tentangnya, bukankah cinta diciptakan oleh Tuhan? Agar kita bisa merasakan manisnya ujian? Subhanallah :)

Selasa, 08 Maret 2011

Life Episodes : I'm a Zombie!


Sabtu kemarin aku makan disebuah restoran tulang jambal bersama teman2ku... mencicipi kehidupan lain selain bekerja dan terus bekerja. Kami berbicara sampai akhirnya masuk ke topik kesuksesan dan kegagalan, lalu dengan bangga aku berseloroh... “aku adalah zombie berkali-kali jatuh, terpuruk, bahkan mati suri, kemudian bangkit kembali dari kuburannya”.

Yes, I am A Zombie... Kalau ada orang iseng yang memfilemkan kegidupanku dari kecil hingga dewasa sekarang ini, mungkin orang dapat memastikan, nih orang dalam kehidupannya sering banget jatuhnya hohohoho...
Kita contohkan saja waktu aku masih kuliah dulu di kampus tercinta Jatinangor. Aku kuliah di Fakultas Psikologi yang textbooknya tebal-tebal, dalam sehari aku harus membawa textbook bahkan lebih dari satu, sedangkan kelemahan aku adalah  memahami bacaan, dalam bahasa Indonesia aja sulit, apalagi bahasa Inggris. Hingga akhirnya pada semester empat, ketika nilai-nilai dikeluarkan, aku dapatkan nilai-nilaiku sangat berbahaya, iya aku terancam DO (bagi yang belum tau, DO= Drop Out), hehehe... Lemas sekujur badanku memikirkan masa depanku yang suram, Diba seorang mahasiswa Drop Out dari Sebuah fasilitas ternama hahaha memalukan, bagaimana kata orangtuaku, bagaimana kata tetanggaku, keluarga besarku, memalukan, dan apalagi... bagaimana kata dosen waliku, Bang Amir... celaka duabelas, aku sangat takut sama dosen waliku, Bang Amir, pasti kalau tahu semua nilaiku “jeblok” aku akan dicerewetin seharian, disindir di semua kuliahnya dan aku tidak bisa berpikir hal terburuk apalagi. Akhirnya dengan menguatkan seluruh jiwa dan raga, aku menelpon bang Amir, toh pada akhirnya beliau akan tahu nilaiku jelek... jadi kenapa harus diundur waktunya?

Ruangan jurusan sangat sepi, aku memasuki ruangan itu, dalam pikiranku aku sudah menyiapkan semua jawaban yang mungkin akan dipertanyakan dengan segala rasionalisasinya.
“Nilai saya banyak yang D bang...” aku berbicara dengan tubuh dikecilkan dan suara melemah.
Tidak seperti respon yang aku bayangkan, beliau malah lebih lembut dan berkata “kamu kenapa Diba...?”
Sontak aku kaget semua pembenaran yang sudah aku siapkan hilang, aku malah menangis dan berkata “aku gak tau bang... aku sudah belajar...”sambil terisaka... dan banyak hal lainnya yang aku ceritakan. Lalu akhirnya ia memberiku banyak ketenangan dan memberikan solusi dalam pendidikanku.
Aku pulang dan bercerita kepada sahabatku Winny, kebetulan saat itu sedang semester pendek aku dan Winny juga mengambil semester pendek. Mata kuliah yang aku ambil salah satunya adalah mata kuliah Bang Amir, Psikologi Sosial, aku mengambil untuk memperbaiki nilai C ku. Waktu itu mau ujian, aku membaca catatanku berkali-kali, tetapi karena innatensi.. berkali-kali juga aku memperhatikan orang-orang yang lewat didepanku, istilahnya mudah teralih dengan stimulus lain. Melihat hal itu Winny menjadi geregetan, lalu mengambil inisiatif untuk memfokuskanku, ia memperhatikanku, mengingatkanku setiap kali aku teralih perhatian, memberi aku tugas membaca dan mengetes apakah aku memahami bacaanku. hahahah kalau aku mengingat ini, aku mengingat kerjaanku sekarang seperti terapis perilaku untuk anak ABK, hahahaha ternyata aku juga pernah diterapi perilaku oleh Winny. Oh iya kita kembali lagi ah... Akhirnya aku dapat nilai bagus dalam mata kuliah ini, alhamdulillah. Sedikit memberiku kepercayaan diri, ternyata aku tidak sebodoh yang aku pikirkan, aku hanya... tidak bisa memusatkan perhatianku. Alhamdulillah hal ini berdampak baik pada nilai2 di semester berikutnya.
Aku memang sering jatuh, aku terpuruk, bisa juga aku mati rasa, mati suri, namun aku kembali, aku bangkit kembali bagaikan seorang zombie yang nyawanya tidak pernah habis, namun aku akui hal-hal paling berat kualami, tidak bisa kulewati tanpa orang-orang yang dikirim Tuhan untuk menyelamatkan aku, terima kasih Tuhan, terima kasih Teman.. puisi ini kuberikan untuk semua teman2ku, i love u all... thanx to become some one important in my life.....

*Kenapa ya? Terkadang teman itu serasa tidak berarti
Tetapi kita akan kehilangan tanpanya,
Kenapa ya? Terkadang pembicaraan teman bisa menyakiti
Tapi kemudian kita bisa tertawa lagi dengannya,
Kenapa ya? Terkadang teman tak dapat dipercaya
Tapi kita tetap mau memegang tangannya,
Kenapa ya? Terkadang teman terlihat tak menarik
Tapi kita masih mau berteman dengannya,
Kenapa ya? Terkadang pendapat teman tak dapat disetujui
Tapi kita masih mau mendengarkannya,
Kenapa ya? Terkadang perilaku teman menjengkelkan
Tapi kita masih dapat menerimanya,
Lalu ketika kita melakukan hal yang sama dengan teman,
Teman-pun berdiri dengan sabar disebelah

*Puisi ini diambil dari novel Penguasa Hati







Persahabatan itu
Terlihat seperti suatu ikatan yang sangat kuat,
Tapi sebenarnya sangat rapuh...
Lantas ketika ikatan tersebut telah rusak
Haruskah sahabat berpisah?
Atau sahabat harus mengganti
 dengan ikatan yang lebih kencang lagi?
Tetapi dengan simpul yang paling indah


Thank u palls 

Rabu, 23 Februari 2011

Puisi Kehidupan


Ketika air mata berurai...
Janganlah takut...
Air yang hilang akan berganti kebahagiaan

Ketika Hati tak tenang...
Janganlah bingung.....
Itu cara agar kita mencari hidup yang lebih baik....


Ketika kepala harus tertunduk....
Janganlah sedih....
Itu bukanlah hukuman....
Mungkin Tuhan hanya ingin kita menyapa-Nya

Senin, 21 Februari 2011

menulis adalah hidupku: Tuhan Saja Tidak Tidak Meremehkan Manusia....

http://dipaludidu.blogspot.com/2011/02/ngintip-bab-penguasa-hati.html

Tuhan Saja Tidak Tidak Meremehkan Manusia....

Hmmm sudah dua tahun lamanya aku didiagnosa sebagai individu yang dyslexic oleh dr. Tian... Hehehe bersyukur juga siiih... syukur aja aku sadar kalau aku ini punya gangguan bahasa yang menyerempet ke kesulitan belajar spesifik yang manifestasinya pada kesulitan menulis (disgraphia) atau berhitung (dyscalculia) pada saat aku sudah menyelesaikan 3 novel... he he he... kalau nggak... mungkin aku tidak akan pernah bermimpi untuk menjadi seorang penulis... apalagi seorang penulis novel ha ha ha ha... mungkin inilah yang namanya kuasa Tuhan, karena memang Tuhan selalu membuka kesempatan bagi siapa saja yang yang ingin berusaha.. pintu kesempatan yang dibuka sangat lebar... subhanallah :)


Kalau inget-inget lagi ya... gimana suka dukanya aku menulis... ha ha ha nggak pernah terbayang kalau aku bisa menyelesaikan novel-novelku, pertama kali sekali aku menulis adalah ketika aku duduk di sekolah dasar... namun hanya selesai satu paragraf aku tidak menyelesaikannya lagi wkwkwkwk... semuanya hanya keinginan tanpa ada dorongan keras untuk menuntaskan... sama seperti waktu aku smp, padahal beberapa temanku sudah membaca tulisanku yang hanya beberapa lembar dan minta aku melanjutkan cerita, tapi rasa malas dan kesulitan dalam menulis selalu ada... kembali aku selalu berkhayal tanpa ada usaha untuk menggapai impian.... 


Tapi mungkin usaha juga tidak akan muncul sebelum keinginan ada... setelah akhirnya bosan memiliki keinginan menjadi penulis yang tidak juga terjadi... akhirnya aku mengambil keputusan, berusaha... atau jangan pernah membayangkannya sama sekali... dan akhirnya aku mencoba untuk berusaha menulis diawali dengan novelku yang berjudu matahari hehehehe aku menyelesaikan setengah novel pertama cukup cepat, hanya 3 bulan ii semua karena aku sudah mentargetkan berapa halaman tulisan yang harus aku buat dalam sehari, kemuadian aku diterima kerja di Jakarta, dengan ritme kerja dijakarta (pergi pagi pulang malem, malam cukup untuk refreshing dan istirahat) aku tidak bisa melanjutkan novelku, akhirnya aaku resign.... aku lanjutkan lagi novelku, lalu setelah selesai aku kirim ke penerbit, dan teryata... ehehehehe gagal... ditolak mentah-mentah... aku lanjutkan dengan novel keduaku Nefertiti... sama setelah selesai aku tulis... aku kirim dan di tolak juga mentah-mentah... hehehe nasib ya nasib... tapi aku tidak menyerah... aku menulis Penguasa Hati, my first master piece... diselesaikan dalam waktu 13-15 bulan.... ditolak juga sih... pernah ikutan lomba juga emang dan gagal, tapi sudah ada beberapa orang yang membacanya, dan katanya mereka menyukai novel ini, aku cukup merasa bangga... Setidaknya aku memiliki master piece hehehe sampai akhirnya aku didiagnosa dyslexia... dan itu tidak menjadikanku ciut... aku tetap bangga pada diriku... ha ha ha setidaknya dengan keadaanku.. aku bisa menulis satu... dua... tiga.... hingga berpuluh-puluh halaman yang lahirnya dari imajinasiku sendiri, alhamdulillah... subhanallah terimakasih ya Allah....:)


Sampai saat ini aku sudah menulis 4 novel, novel terakhirku Cinderella, sekarang aku sedang menulis kumpulan cerpen, dan dalam benakku, aku sudah menamatkan sebuah novel Berjudul : "Suami Buat Renata", namun belum juga di tuliss hohohohohohoho..... tapi aku yakin, nanti pasti bisa aku selesaikan... Amin:)


Nah kan, Tuhan saja tidak meremehkan manusia, dan kita?

Kamis, 17 Februari 2011

Berjalan Menuju Matahari

Pagi ini aku mengendarai ‘Shimmer’ motorku melewati jalanan kota Bandung yang sedikit agak padat. Mobil dan motor hilir mudik, suara yang bising bersatu dengan lalu lintas yang ramai. Aku memandang jauh kedepan sambil menyipitkan mata, menahan pupilku memandang langsung sinar matahari yang baru saja terbit. Iya, setiap hari, tanpa sadar aku bergerak menuju  tempat terbitnya matahari, bergerak dari Barat ke timur, mencari peruntungan yang dapat mengubah nasibku sebagai manusia yang pada dasarnya terlahir sebagai khalifah. Ada rasa yang aneh yang tiba-tiba hadir... suatu penghayatan kudapatkan... “inilah takdir yang harus kujalani...  berjalan menuju matahari... menuju harapan... menggapai mimpi”, tanpa sadar aku tersenyum betapa lucunya Allah memberikan suatu keyakinan di hati manusia yang sedang galau ini, seperti mendapatkan pencerahan di waktu krisis,  di waktu aku merasa bahwa diriku ini adalah manusia yang gagal hampir di seluruh aspek kehidupan.

Aku mengingat kembali... kembali merunut kehidupanku.... inilah takdirku manusia  yang memiliki mimpi besar, dan tidak ada salahnya aku bermimpi, aku memang gagal, tapi bukankah semakin sering manusia mengalami kegagalan, berarti kita selalu mencoba dan berusaha, ketika seseorang mencoba dan berusaha, ketika itu pula manusia mendekati kesuksesan, hahaha iya, kesuksesan... Aku tidak tahu kapan kesuksesan itu itu akan kucapai... namun aku yakin, setiap ujian yang aku alami... setiap kegagalan yang aku hadapi, adalah jalan Allah untuk menyiapkanku mendapatkan sesuatu yang lebih besar lagi, kesuksesan... Amin J

Seorang pejuang sejati
Tidak akan membiarkan kenyataan
merampas mimpi,
Ia tahu kapan harus bangun dan bekerja
Namun ia sadar kapan harus menyerah