Minggu, 05 Agustus 2012

Hari ini pergi dengan kedua temanku, Kania dan Nisa, mendatangi Rumah Hanny, seorang sahabat, yang telah berada disisi-Nya semenjak tujuh hari yang lalu. Kami peergi dengan amanah teman-teman kami, memberikan uang duka, sekaligus dukungan dan tanda prihatin kami, kepada keluarga yang ditinggalkan.

Agak bingung berbicara dengan mereka, takut salah bicara yang membuat mereka kembali terluka, kehilangan orang yang selama ini menjadi bagian dari hidup mereka. Aku saja, meskipun mengenalnya sejak berusia 18 tahun, kehilangannya sungguh membuat hati terluka. kalau merindukan ocehannya bagaimana? kalau merindukan suara cemprengnya? suara itu menjadi kenangan yang tidak tergantikan.
Lalu terkenang saat-saat sekitar setahun yang lalu, semenjak ia mulai mengidap penyakitnya, ia tetap tersenyum meskipun tubuhnya kurus kering, sedih hatiku saat itu, apalagi saat ia mengatakan sudah lelah. Tapi selanjutnya Hani kami tetap tegar, tegar hingga akhirnya waktulah yang merenggut nyawanya. Ada rasa sedih, ada rasa kehilangan, tetapi aku yakin, inilah takdir terbaik yang diberikan Allah, Hanny telah sembuh, Waktulah yang menyembuhkannya. Selamat Jalan Hanny, tugasmu didunia telah selesai, mudah-mudahan kau tenang disisi-Nya









Tidak ada komentar:

Posting Komentar