Pagi ini, keponakanku yang bernama Rara (5 tahun) tidak bisa dibangunkan dari tidurnya, ia malah marah-marah ketika seisi rumah membangunkannya. Akhirnya.. ya Rara tidak sekolah hari ini.
Satu atau dua jam sesudahnya akhirnya Rara bangun, lalu aku bertanya padanya, "Rara gak sekolah hari ini?"
Lalu dia menggeleng.
"kenapa?" tanyaku.
"Rara ngantuk" jawabnya polos.
Aku terdiam, didalam, otakku sedang berdiskusi 'sekolah itu hal yang penting, kamu mau jadi apa kalau gak sekolah?'
Lalu sisi lain dalam pikiranku berkata 'Sekolah itu gak penting... banyak malah kita belajar bukan dari sekolah, tetapi dari kehidupan yang sebenarnya'
'iya memang banyak ilmu yang kita pelajari dari dunia daripada sekolah, tapi kan ada hal lain yang tidak bisa kita pelajari bila kita tidak sekolah... ATURAN'
Memang, belajar bisa dari mana saja, selama kita mau dan kita mampu, kita akan menerima setiap pelajaran kapan saja, tidak peduli berapa usia kita.
Tapi ada hal lain yang bisa kita dapatkan dari sekolah, disana anak akan mulai memahami bahwa akan ada dunia lain di luar dirinya sendiri, Mereka mulai bersosialisasi dengan anak-anak seusianya. Mulai memahami ada kepentingan-kepentingan lain yang nilainya akan sama berartinya dengan kepentingannya sendiri. Merujuk pada Milestone perkembangan, secara kognitif anak-anak di usia 4-5 tahun, sudah mampu berpikir konkrit dan kritis, mereka mulai membedakan bentuk, benda, juga nilai-nilai, nilai manakah yang baik dan nilai manakah yang buruk. Mereka bermain bersama anak-anak seumurnya, yang pastinya akan ada peraturan yang disetujui ataupun tidak disetujui. Dari sana mereka mulai memahami, hal mana yang baik ia lakukan dan yang tak baik untuk dilakukan.
Oleh karena itu, saya kembali bertanya, apakah sekolah dibutuhkan Bunda?
Lirik Lagu Raisa Apalah (Arti Menunggu) Lyrics
Browse: / R / Raisa / Apalah (Arti Menunggu)Telah lama aku bertahanDemi cinta wujudkan sebuah harapan
Namun ku rasa cukup ku menunggu
Semua rasa tlah hilang
*courtesy of LirikLaguIndonesia.Net
Sekarang aku tersadar
Cinta yang ku tunggu tak kunjung datang
Apalah arti aku menunggu
Bila kamu tak cinta lagi
Namun ku rasa cukup ku menunggu
Semua rasa tlah hilang
Sekarang aku tersadar
Cinta yang ku tunggu tak kunjung datang
Apalah arti aku menunggu
Bila kamu tak cinta lagi
Dahulu kaulah segalanya
Dahulu hanya dirimu yang ada di hatiku
Namun sekarang aku mengerti
Tak perlu ku menunggu sebuah cinta yang sama
Sekarang aku tersadar
Cinta yang ku tunggu tak kunjung datang
Apalah arti aku menunggu
Bila kamu tak cinta lagi
Sekarang aku tersadar
Cinta yang ku tunggu tak kunjung datang
Apalah arti aku menunggu
Bila kamu tak cinta lagi
*************************************************************************
Mungkin teman-teman udah sering ya dengerin lagu ini,
apalah arti menunggu. Lagu bagi orang -orang yang bertahan
menunggu cintanya dengan setia, namun kemudian kecewa
ketika menyadari, bahwa cinta tak kunjung datang,
bahkan mungkin tak akan datang.
apalah arti menunggu. Lagu bagi orang -orang yang bertahan
menunggu cintanya dengan setia, namun kemudian kecewa
ketika menyadari, bahwa cinta tak kunjung datang,
bahkan mungkin tak akan datang.
Terus terang kalau boleh curcol sedikit, beberapa waktu yang lalu
saya pernah mengalaminya. Merasa sia-sia menunggu seeorang
yang bahkan tidak menyadari kalau ada aku, seseorang yang
dengan tulus menunggunya. Sempat marah, sempat juga benci
dengan jalan takdir yang kulalui, kesal karena telah membuang-buang
waktuku untuknya.
saya pernah mengalaminya. Merasa sia-sia menunggu seeorang
yang bahkan tidak menyadari kalau ada aku, seseorang yang
dengan tulus menunggunya. Sempat marah, sempat juga benci
dengan jalan takdir yang kulalui, kesal karena telah membuang-buang
waktuku untuknya.
Tapi kemudian, ada sebuah keyakinan terselip dalam hati
yang sedang gundah. Sebuah janji dari Allah kalau waktu
yang kubuang untuknya, bukanlah kesia-sian. Bukankah aku
sudah berusaha? bukankah jodoh itu adalah Allah yang
mengaturnya? Aku sudah tulus, yang membalas cintaku
bukan dia, atau siapapun, tetapi Allah. Dan kini aku menyadari
kalau Allah-lah cinta sejatiku. Esok, hanya cinta-Nya lah
yang akan kutunggu.
yang sedang gundah. Sebuah janji dari Allah kalau waktu
yang kubuang untuknya, bukanlah kesia-sian. Bukankah aku
sudah berusaha? bukankah jodoh itu adalah Allah yang
mengaturnya? Aku sudah tulus, yang membalas cintaku
bukan dia, atau siapapun, tetapi Allah. Dan kini aku menyadari
kalau Allah-lah cinta sejatiku. Esok, hanya cinta-Nya lah
yang akan kutunggu.
Insha Allah ^_^
.jpg)



.jpg)

