Rabu, 30 Maret 2011

Pokoknya..... Love melulu....

Kali ini aku gak mau nulis apa-apa.... cuman mau nulis puisi aja hehehehe yihaaaa


Kutunggumu dalam setiap lembar hari-hari yang kulalui
Bukan sembarang orang yang berseliweran
Bukan sembarang hati
Tapi kamu
Pilihan Tuhanku
Yang akan menjadi kekasih hatiku
Membangun surga bersama
Dalam untaian Dzikir


-dtezal-


Kepada hati yang dalamnya sedang gamang
Kepada jiwa yang sedang melemah
Ketika Tubuh yang mulai Lunglai
Perkenankan Tuhanmu merabanya
Menyentuhmu dengan kasihnya
Agar bahagia dalam kegelisahannya


-dtezal-


Aku adalah musafir cinta
Yang berkelana di seluruh negri
Yang kucari adalah dewa cinta
Yang memanah tepat ke jantung hati

-dtezal-


Harapanku menjadi matahari,
S’lalu menyinari duniamu...
Memberi kehidupan bagi hatimu...
Tetapi aku hanya mampu menjadi cahaya lilin,
Yang nyalanya hanya sebatas ruangan,
Namun ketahuilah,
Aku akan senantiasa bersinar untukmu

 -dtezal-



Cinta itu tempat kita temukan diri
Seorang khalifah di muka bumi
Bukan tempat kehilangan diri
Kemudian lupa hakikat hidup ini

 -dtezal-

Mungkin sudah nasibku,
Kucari tak kutemui,
Kugapai tak kugenggam,
Kukejar tak kutangkap,
Kuhindari tak terelakkan,
Kuhentikan tetap berjalan

-dtezal-


Aku,
Meratap di pojok ruangan
Lalu menangis
Kemudian kupergi keluar ruangan
Lalu tertawa
Suka dan duka datang dan pergi
Lalu ku-pun mulai dewasa
Cinta datang namun tak dapat pergi
Lalu aku harus bagaimana?
-dtezal-

Cinta
 Membuka pintu kemungkinan kemana saja
Namun takdir
Akan menutupnya kembali
Hanya cinta kepada Tuhan
Yang mendatangkan pintu kebahagiaan



-dtezal-

Dan akhirnya cuma mau mengatakan apalah arti sebuah kata 'cinta', bila setiap orang mengalami makna yang berbeda tentangnya, bukankah cinta diciptakan oleh Tuhan? Agar kita bisa merasakan manisnya ujian? Subhanallah :)

Selasa, 08 Maret 2011

Life Episodes : I'm a Zombie!


Sabtu kemarin aku makan disebuah restoran tulang jambal bersama teman2ku... mencicipi kehidupan lain selain bekerja dan terus bekerja. Kami berbicara sampai akhirnya masuk ke topik kesuksesan dan kegagalan, lalu dengan bangga aku berseloroh... “aku adalah zombie berkali-kali jatuh, terpuruk, bahkan mati suri, kemudian bangkit kembali dari kuburannya”.

Yes, I am A Zombie... Kalau ada orang iseng yang memfilemkan kegidupanku dari kecil hingga dewasa sekarang ini, mungkin orang dapat memastikan, nih orang dalam kehidupannya sering banget jatuhnya hohohoho...
Kita contohkan saja waktu aku masih kuliah dulu di kampus tercinta Jatinangor. Aku kuliah di Fakultas Psikologi yang textbooknya tebal-tebal, dalam sehari aku harus membawa textbook bahkan lebih dari satu, sedangkan kelemahan aku adalah  memahami bacaan, dalam bahasa Indonesia aja sulit, apalagi bahasa Inggris. Hingga akhirnya pada semester empat, ketika nilai-nilai dikeluarkan, aku dapatkan nilai-nilaiku sangat berbahaya, iya aku terancam DO (bagi yang belum tau, DO= Drop Out), hehehe... Lemas sekujur badanku memikirkan masa depanku yang suram, Diba seorang mahasiswa Drop Out dari Sebuah fasilitas ternama hahaha memalukan, bagaimana kata orangtuaku, bagaimana kata tetanggaku, keluarga besarku, memalukan, dan apalagi... bagaimana kata dosen waliku, Bang Amir... celaka duabelas, aku sangat takut sama dosen waliku, Bang Amir, pasti kalau tahu semua nilaiku “jeblok” aku akan dicerewetin seharian, disindir di semua kuliahnya dan aku tidak bisa berpikir hal terburuk apalagi. Akhirnya dengan menguatkan seluruh jiwa dan raga, aku menelpon bang Amir, toh pada akhirnya beliau akan tahu nilaiku jelek... jadi kenapa harus diundur waktunya?

Ruangan jurusan sangat sepi, aku memasuki ruangan itu, dalam pikiranku aku sudah menyiapkan semua jawaban yang mungkin akan dipertanyakan dengan segala rasionalisasinya.
“Nilai saya banyak yang D bang...” aku berbicara dengan tubuh dikecilkan dan suara melemah.
Tidak seperti respon yang aku bayangkan, beliau malah lebih lembut dan berkata “kamu kenapa Diba...?”
Sontak aku kaget semua pembenaran yang sudah aku siapkan hilang, aku malah menangis dan berkata “aku gak tau bang... aku sudah belajar...”sambil terisaka... dan banyak hal lainnya yang aku ceritakan. Lalu akhirnya ia memberiku banyak ketenangan dan memberikan solusi dalam pendidikanku.
Aku pulang dan bercerita kepada sahabatku Winny, kebetulan saat itu sedang semester pendek aku dan Winny juga mengambil semester pendek. Mata kuliah yang aku ambil salah satunya adalah mata kuliah Bang Amir, Psikologi Sosial, aku mengambil untuk memperbaiki nilai C ku. Waktu itu mau ujian, aku membaca catatanku berkali-kali, tetapi karena innatensi.. berkali-kali juga aku memperhatikan orang-orang yang lewat didepanku, istilahnya mudah teralih dengan stimulus lain. Melihat hal itu Winny menjadi geregetan, lalu mengambil inisiatif untuk memfokuskanku, ia memperhatikanku, mengingatkanku setiap kali aku teralih perhatian, memberi aku tugas membaca dan mengetes apakah aku memahami bacaanku. hahahah kalau aku mengingat ini, aku mengingat kerjaanku sekarang seperti terapis perilaku untuk anak ABK, hahahaha ternyata aku juga pernah diterapi perilaku oleh Winny. Oh iya kita kembali lagi ah... Akhirnya aku dapat nilai bagus dalam mata kuliah ini, alhamdulillah. Sedikit memberiku kepercayaan diri, ternyata aku tidak sebodoh yang aku pikirkan, aku hanya... tidak bisa memusatkan perhatianku. Alhamdulillah hal ini berdampak baik pada nilai2 di semester berikutnya.
Aku memang sering jatuh, aku terpuruk, bisa juga aku mati rasa, mati suri, namun aku kembali, aku bangkit kembali bagaikan seorang zombie yang nyawanya tidak pernah habis, namun aku akui hal-hal paling berat kualami, tidak bisa kulewati tanpa orang-orang yang dikirim Tuhan untuk menyelamatkan aku, terima kasih Tuhan, terima kasih Teman.. puisi ini kuberikan untuk semua teman2ku, i love u all... thanx to become some one important in my life.....

*Kenapa ya? Terkadang teman itu serasa tidak berarti
Tetapi kita akan kehilangan tanpanya,
Kenapa ya? Terkadang pembicaraan teman bisa menyakiti
Tapi kemudian kita bisa tertawa lagi dengannya,
Kenapa ya? Terkadang teman tak dapat dipercaya
Tapi kita tetap mau memegang tangannya,
Kenapa ya? Terkadang teman terlihat tak menarik
Tapi kita masih mau berteman dengannya,
Kenapa ya? Terkadang pendapat teman tak dapat disetujui
Tapi kita masih mau mendengarkannya,
Kenapa ya? Terkadang perilaku teman menjengkelkan
Tapi kita masih dapat menerimanya,
Lalu ketika kita melakukan hal yang sama dengan teman,
Teman-pun berdiri dengan sabar disebelah

*Puisi ini diambil dari novel Penguasa Hati







Persahabatan itu
Terlihat seperti suatu ikatan yang sangat kuat,
Tapi sebenarnya sangat rapuh...
Lantas ketika ikatan tersebut telah rusak
Haruskah sahabat berpisah?
Atau sahabat harus mengganti
 dengan ikatan yang lebih kencang lagi?
Tetapi dengan simpul yang paling indah


Thank u palls 

Rabu, 23 Februari 2011

Puisi Kehidupan


Ketika air mata berurai...
Janganlah takut...
Air yang hilang akan berganti kebahagiaan

Ketika Hati tak tenang...
Janganlah bingung.....
Itu cara agar kita mencari hidup yang lebih baik....


Ketika kepala harus tertunduk....
Janganlah sedih....
Itu bukanlah hukuman....
Mungkin Tuhan hanya ingin kita menyapa-Nya

Senin, 21 Februari 2011

menulis adalah hidupku: Tuhan Saja Tidak Tidak Meremehkan Manusia....

http://dipaludidu.blogspot.com/2011/02/ngintip-bab-penguasa-hati.html

Tuhan Saja Tidak Tidak Meremehkan Manusia....

Hmmm sudah dua tahun lamanya aku didiagnosa sebagai individu yang dyslexic oleh dr. Tian... Hehehe bersyukur juga siiih... syukur aja aku sadar kalau aku ini punya gangguan bahasa yang menyerempet ke kesulitan belajar spesifik yang manifestasinya pada kesulitan menulis (disgraphia) atau berhitung (dyscalculia) pada saat aku sudah menyelesaikan 3 novel... he he he... kalau nggak... mungkin aku tidak akan pernah bermimpi untuk menjadi seorang penulis... apalagi seorang penulis novel ha ha ha ha... mungkin inilah yang namanya kuasa Tuhan, karena memang Tuhan selalu membuka kesempatan bagi siapa saja yang yang ingin berusaha.. pintu kesempatan yang dibuka sangat lebar... subhanallah :)


Kalau inget-inget lagi ya... gimana suka dukanya aku menulis... ha ha ha nggak pernah terbayang kalau aku bisa menyelesaikan novel-novelku, pertama kali sekali aku menulis adalah ketika aku duduk di sekolah dasar... namun hanya selesai satu paragraf aku tidak menyelesaikannya lagi wkwkwkwk... semuanya hanya keinginan tanpa ada dorongan keras untuk menuntaskan... sama seperti waktu aku smp, padahal beberapa temanku sudah membaca tulisanku yang hanya beberapa lembar dan minta aku melanjutkan cerita, tapi rasa malas dan kesulitan dalam menulis selalu ada... kembali aku selalu berkhayal tanpa ada usaha untuk menggapai impian.... 


Tapi mungkin usaha juga tidak akan muncul sebelum keinginan ada... setelah akhirnya bosan memiliki keinginan menjadi penulis yang tidak juga terjadi... akhirnya aku mengambil keputusan, berusaha... atau jangan pernah membayangkannya sama sekali... dan akhirnya aku mencoba untuk berusaha menulis diawali dengan novelku yang berjudu matahari hehehehe aku menyelesaikan setengah novel pertama cukup cepat, hanya 3 bulan ii semua karena aku sudah mentargetkan berapa halaman tulisan yang harus aku buat dalam sehari, kemuadian aku diterima kerja di Jakarta, dengan ritme kerja dijakarta (pergi pagi pulang malem, malam cukup untuk refreshing dan istirahat) aku tidak bisa melanjutkan novelku, akhirnya aaku resign.... aku lanjutkan lagi novelku, lalu setelah selesai aku kirim ke penerbit, dan teryata... ehehehehe gagal... ditolak mentah-mentah... aku lanjutkan dengan novel keduaku Nefertiti... sama setelah selesai aku tulis... aku kirim dan di tolak juga mentah-mentah... hehehe nasib ya nasib... tapi aku tidak menyerah... aku menulis Penguasa Hati, my first master piece... diselesaikan dalam waktu 13-15 bulan.... ditolak juga sih... pernah ikutan lomba juga emang dan gagal, tapi sudah ada beberapa orang yang membacanya, dan katanya mereka menyukai novel ini, aku cukup merasa bangga... Setidaknya aku memiliki master piece hehehe sampai akhirnya aku didiagnosa dyslexia... dan itu tidak menjadikanku ciut... aku tetap bangga pada diriku... ha ha ha setidaknya dengan keadaanku.. aku bisa menulis satu... dua... tiga.... hingga berpuluh-puluh halaman yang lahirnya dari imajinasiku sendiri, alhamdulillah... subhanallah terimakasih ya Allah....:)


Sampai saat ini aku sudah menulis 4 novel, novel terakhirku Cinderella, sekarang aku sedang menulis kumpulan cerpen, dan dalam benakku, aku sudah menamatkan sebuah novel Berjudul : "Suami Buat Renata", namun belum juga di tuliss hohohohohohoho..... tapi aku yakin, nanti pasti bisa aku selesaikan... Amin:)


Nah kan, Tuhan saja tidak meremehkan manusia, dan kita?

Kamis, 17 Februari 2011

Berjalan Menuju Matahari

Pagi ini aku mengendarai ‘Shimmer’ motorku melewati jalanan kota Bandung yang sedikit agak padat. Mobil dan motor hilir mudik, suara yang bising bersatu dengan lalu lintas yang ramai. Aku memandang jauh kedepan sambil menyipitkan mata, menahan pupilku memandang langsung sinar matahari yang baru saja terbit. Iya, setiap hari, tanpa sadar aku bergerak menuju  tempat terbitnya matahari, bergerak dari Barat ke timur, mencari peruntungan yang dapat mengubah nasibku sebagai manusia yang pada dasarnya terlahir sebagai khalifah. Ada rasa yang aneh yang tiba-tiba hadir... suatu penghayatan kudapatkan... “inilah takdir yang harus kujalani...  berjalan menuju matahari... menuju harapan... menggapai mimpi”, tanpa sadar aku tersenyum betapa lucunya Allah memberikan suatu keyakinan di hati manusia yang sedang galau ini, seperti mendapatkan pencerahan di waktu krisis,  di waktu aku merasa bahwa diriku ini adalah manusia yang gagal hampir di seluruh aspek kehidupan.

Aku mengingat kembali... kembali merunut kehidupanku.... inilah takdirku manusia  yang memiliki mimpi besar, dan tidak ada salahnya aku bermimpi, aku memang gagal, tapi bukankah semakin sering manusia mengalami kegagalan, berarti kita selalu mencoba dan berusaha, ketika seseorang mencoba dan berusaha, ketika itu pula manusia mendekati kesuksesan, hahaha iya, kesuksesan... Aku tidak tahu kapan kesuksesan itu itu akan kucapai... namun aku yakin, setiap ujian yang aku alami... setiap kegagalan yang aku hadapi, adalah jalan Allah untuk menyiapkanku mendapatkan sesuatu yang lebih besar lagi, kesuksesan... Amin J

Seorang pejuang sejati
Tidak akan membiarkan kenyataan
merampas mimpi,
Ia tahu kapan harus bangun dan bekerja
Namun ia sadar kapan harus menyerah

Jumat, 17 Desember 2010

Hidup Itu Adil Bukankah Begitu?

          Wah gak kerasa nambah satu tahun lagi umurku.... waktu cepat sekali berlalu, sekarang aku merayakan hari ulang tahunku yang ke.... bipppp..... eheheheheh malu ah sebut sebut, eh, tapi aku lagi nulis tentang hidup itu adil ya? ya udah jujur aja, umurku hari ini 29 tahun... cukup tua ya? hehehhee
                Jadi teringat dulu waktu aku masih kecil, menjadi anak bawang yang ucapannya tidak pernah menjadi pertimbangan, diacuhkan, sehingga keinginanku untuk cepat-cepat menjadi orang dewasa sangat kuat, sangat serius dan berusaha berpikir layaknya orang dewasa. Dulu saking bersemangatnya, aku selalu memiliki luka setiap ulang tahun, karena tidak bisa mengendalikan emosi  jadi perilaku hiperaktif, sering jatuh entah jatuh kesolokanlah jadi aja wajahku bopeng2 ketika difoto hahahaha.  Eh, sekarang udah dewasa koq rasanya pengen ngerem waktu supaya berenti dulu gitu... jangan cepet-cepet tualah... terlalu banyak target tetapi belum ada yang terselesaikan orang bilang sih “a quarter life storm”. Hehehehe....
                Setiap orang akan menghadapi ujian dalam kehidupan, itu yang kuyakini, walaupun dulu, disaat usia remaja aku sempat memiliki pandangan negatif terhadap hidup, merasa bahwa dunia tidak adil, aku yang notabenenya seorang anak berkebutuhan khusus yang seringkali mengalami kegagalan seringkali membandingkan hidupku dengan hidup orang lain, “koq orang kaya gitu ya? sedangkan aku nggak”, kemudian menyesali hidup yang aku jalani. Tetapi dengan arahan-Nya aku diperlihatkan banyak hal bahwa manusia memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing, berusaha menerima kekuranganku dan terus menerus mengeksplor kelebihan yang aku miliki, lama kelamaan aku mulai menerima keadaan diriku sendiri, dan lama kelamaan menjadi lumayan bangga terhadap diriku hahahahaha.... semakin aku menyadari Tuhan memberikan ujian kepada manusia untuk memberikan bekal dalam kehidupan selanjutnya, terisi atau tidaknya tas bekal yang kita miliki tergantung cara kita menghadapi ujian hidup kita.
Ada ayat Al-Quran  yang sangat kusukai isinya, yaitu surat ke-7 (Al-Araf/tempat tertinggi) ayat 42 :

“dan orang-orang yang beriman dan  mengerjakan amal-amal yang saleh, kami tidak memikulkan kewajiban kepada diri seseorang melainkan sekedar kesanggupannya, mereka itulah penghuni-penghuni syurga; mereka kekal di dalamnya.”

Suatu jawaban dari kata-kata mutiara yang selama ini kita yakini, bahwa Tuhan tidak memberikan umatnya ujian melebihi kesanggupannya, ternyata memiliki kekecualian, khusus bagi orang yang beriman. Saya bertanya-tanya, apakah saya beriman? Berarti jawabannya adalah sebuah pertanyaan lagi, apakah ujian hidup saya sesuai dengan kesanggupan saya? Wallahu alam. Namun ada hal yang saya yakini dari ayat itu. Selain menjanjikan kepada orang yang beriman kalau mereka tidak diberikan ujian yang melebihi kesanggupannya, ayat itu juga berpesan : berimanlah, agar ujianmu tidak melebihi kesanggupanmu.

Ketika kau bertemu dengan Ujian
yang luar biasa dalam hidupmu
Seakan-akan dunia menjadi terbalik
Mengubah nasibmu sebanyak seratus delapan puluh derajat
Kau banyak kehilangan
Bahkan Harga dirimu harus disingkirkan
Dan kau kembali kepada Tuhan
Meminta tidak diberikan ujian yang melebihi kesanggupanmu
Tahukah kau kalau ujian akan berakhir
Apabila jawabanmu sesuai dengan keinginan Tuhan,
Dan apalagi keinginan Tuhan kepada hambanya
Selain beriman kepada-Nya?

-Puisi ini diambil dari novel Cinderella, Pelajaran Pertama-